Majalah Abad 20, 29 April 1939

Majalah Abad 20 adalah salah satu koleksi Monumen Pers Nasional yang terbit tanggal 29 April 1939. Majalah ini mengulas beragam konten menarik mengenai biografi, sastra, seni, dan sebagainya. Diawali dengan biografi Professor Husein Djajadiningrat seorang guru besar di sekolah tinggi kehakiman di Betawi. Beliau dijadikan kandidat ketua dewan rakyat menggantikan Van Heldingen yang pensiun dan[…]

SOEARA RA’JAT 1 April 1919

Monumen Pers memiliki beberapa koleksi koran Suara Ra’jat, diantaranya yang terbit pada tanggal 1 April 1919 yang menggunakan bahasa Melayu. Koran ini adalah koran pergerakan kaum sosialis yaitu Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) jika diterjemahkan adalah Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda dengan redakturnya Darsono dan J.C. Stam. Pada halaman pertama terdapat judul “Chijanat” atau khianat didalamnya berisi[…]

SLOMPRET MELAYOE 5 Juni 1888

Slompret Melayoe adalah koran berbahasa melayu yang terbit pada tanggal 5 Juni 1888 pada masa Hindia Belanda. Berita dari berbagai daerah ditampilkan disini. Dari Ambon di daerah Wetter, Letti, Moa, Leiker, Kisser, dan Roma, beramai-ramai orang menanam jagung, padi dan palawija. Di Banda ditanam pohon pala yang tampak subur. Harga beras di kota Ambon mencapai[…]

Koran Sinar Matahari tahun 1914

Sinar Matahari adalah salah satu koran berbahasa Melayu koleksi Monumen Pers Nasional yang terbit pada tanggal 17 April 1914. Isi berita meliputi keadaan disekitar tahun 1913-1914. Seringnya turun hujan membuat palawija dan persediaan bahan pangan melimpah sehingga kondisi menjadi aman dan nyaman. Di kota sebagian orang memperbaharui atau merenovasi rumah tinggalnya dan pemerintah pada tahun[…]

Kilas Balik Koran Otoesan Hindia 15 April 1921, koran pergerakan pemuda di Surabaya

Oetoesan Hindia tertanggal 15 April 1921 merupakan surat kabar harian berbahasa Melayu yang terbit di Surabaya. Koran ini adalah koran pergerakan pemuda di Surabaya yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga ketua perkumpulan Syarekat Islam (SI). Pada halaman pertama Oetosan Hindia dijelaskan tentang sedikitnya kaum pribumi yang menjadi golongan terpelajar dan penggerak rakyat melarat. Para[…]

Kilas singkat tahun 1920 lewat koran De Java Post

De Java Post yang terbit pada tanggal 30 Juli 1920. Halaman depan memuat tentang beberapa laporan dari Kominsi Peninjau tentang program  Indische Katholieke Partij (Partai Katolik Hindia). Isi laporan tersebut diantaranya : 1. Belanda memegang kendali untuk melindungi dan meningkatkan ekonomi lemah secara bertahap.  Administrasi tertinggi di bawah pihak Belanda. Sumber daya yang dimiliki Hindia[…]

Sinopsis koran De Java Post 14 November 1919

Monumen Pers Nasional memiliki banyak sekali sumber sejarah dimana salah satunya adalah koran berbahasa Belanda De Java Post. Koleksi yang dimiliki terdiri dua eksemplar koran, yang pertama terbit pada tanggal 14 November 1919 dan yang kedua terbit pada tanggal 30 Juli 1920. Dalam koran terbitan pertama, memuat berita luar negeri yaitu Irlandia yang menjadi pusat[…]

Pembrita Bahroe, koran dari Surabaya sebelum tahun 1900

Pembrita Bahroe tertanggal 4 Februari 1885 adalah koran yang terbit di Surabaya setiap hari terkecuali hari Minggu dan hari Besar. Koran tersebut memberitakan tentang pengepungan oleh Cina terhadap Kapal Kroewis Prasman di Formosa Taiwan. Berita lain mengisahkan tentang kuli-kuli yang berasal dari Semarang di bawa oleh orang-orang Eropa ke Deli dengan menggunakan kapal. Di dalam[…]

Koran Belanda dari Kediri

Edisi No 31 Th ke 9; Rabu 27 April 1926 Redaksi : Th. H. Sinninghe. Tagline : Edisi Dari Percetakan NV Kedirische untuk Kediri, terbit di Kediri, Madiun, Solo dan Pasuruan De Kedirische Courant merupakan koran berbahasa Belanda yang dimiliki Monumen Pers Nasional yang terbit di Kediri pada  tanggal 27 April 1926. Penjelasan singkat mengenai[…]

Mangkunegara VII, Pemrakarsa Gedung Societeit Sasana Suka

Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII merupakan tokoh besar di bidang pergerakan, pendidikan dan kebudayaan terutama kebudayaan Jawa. Lahir pada tahun 1885 dengan nama RM Suparto. Pada tanggal 3 Maret 1916 beliau menggantikan pamannya MN VI dengan gelar KGPAA Prangwedana VII. Setelah berusia lebih dari 40 tahun beliau diangkat dan diberikan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara[…]