Pembrita Bahroe, koran dari Surabaya sebelum tahun 1900

Pembrita Bahroe tertanggal 4 Februari 1885 adalah koran yang terbit di Surabaya setiap hari terkecuali hari Minggu dan hari Besar. Koran tersebut memberitakan tentang pengepungan oleh Cina terhadap Kapal Kroewis Prasman di Formosa Taiwan. Berita lain mengisahkan tentang kuli-kuli yang berasal dari Semarang di bawa oleh orang-orang Eropa ke Deli dengan menggunakan kapal. Di dalam[…]

Koran Belanda dari Kediri

Edisi No 31 Th ke 9; Rabu 27 April 1926 Redaksi : Th. H. Sinninghe. Tagline : Edisi Dari Percetakan NV Kedirische untuk Kediri, terbit di Kediri, Madiun, Solo dan Pasuruan De Kedirische Courant merupakan koran berbahasa Belanda yang dimiliki Monumen Pers Nasional yang terbit di Kediri pada  tanggal 27 April 1926. Penjelasan singkat mengenai[…]

Mengenal Keunikan Bangunan Societeit Mangkoenegaran

  Monumen Pers Nasional dulunya merupakan Societeit Mangkoenegaran yang dibangun pada masa Mangkunegara VII berkuasa saat masih bergelar Pangeran Adipati Arya Prangwedana. Sebagai arsiteknya Mangkunegara VII menunjuk Mas Aboekassan Atmodirono yang sama – sama aktivis Boedi Oetomo untuk mendesain Gedung societeit ini. Penunjukan tersebut terbukti dengan adanya surat menyurat antara keduanya yang menunjukkan beberapa proses[…]

Mangkunegara VII, Pemrakarsa Gedung Societeit Sasana Suka

Pangeran Adipati Arya Mangkunegara VII merupakan tokoh besar di bidang pergerakan, pendidikan dan kebudayaan terutama kebudayaan Jawa. Lahir pada tahun 1885 dengan nama RM Suparto. Pada tanggal 3 Maret 1916 beliau menggantikan pamannya MN VI dengan gelar KGPAA Prangwedana VII. Setelah berusia lebih dari 40 tahun beliau diangkat dan diberikan gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegara[…]

PRESS RELEASE

GUNAKAN AKSES INTERNET UNTUK HAL YANG BERMANFAAT Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (Dit TKKKP), Ditjen IKP, Kemkominfo, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kamis (18/10) menyelenggarakan Forum Dialog dan Literasi Media Berbasis Islam Wasathiyah “Taat Beragama, Bergaul Harmonis, Sopan Berkomunikasi”. Acara berlangsung di Hotel Novotel Surakarta, dihadiri 100 peserta terdiri dari generasi muda,[…]

PAMERAN KOLEKSI MONUMEN PERS NASIONAL DALAM VREDEBURG FAIR 2017

Yogyakarta, 11 Oktober 2017 – Monumen Pers Nasional Surakarta turut serta dalam kegiatan Pameran Museum Matahariku dalam rangkaian acara Vredeburg Fair 2017, yang diselenggarakan oleh Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pameran yang berlangsung tanggal 11 hingga 16 Oktober 2017 ini diselenggarakan dalam rangka Hari Museum Indonesia yang diperingati tanggal 12 Oktober 2017. Stan Monumen Pers Nasional[…]

Jelang Lebaran, PEMKOT SOLO GELAR PASAR MURAH

Komitmen Pemkot untuk menyelenggarakan pasar murah akhirnya direalisasikan. Pasar murah yang diprioritaskan bagi warga miskin ( Gakin ) di Kota Solo itu akan digelar di halaman kompleks Balai Kota Solo, Sabtu besok ( 27/7 ) mulai pukul 08.00 WIB – selesai, sebanyak 1.500 warga miskin  ( Gakin ) di Kota Solo bakal menerima paket sembako[…]

Implementasi Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 secara resmi diberlakukan tanggal 15 Juli 2013, Mendiknas M. Nuh mengatakan pengembangan kurikulum 2013,  selain memberi jawaban terhadap beberapa  permasalahan yang melekat pada kurikulum sebelumnya, juga bertujuan untuk mendiorong peserta didik mampu lebih melakukan observasi, bertanya , bernalar dan mengkomunikasikan serta mempresentasikan apa yang diperoleh atau diketahui siswa setelah menerima materi pelajaran. Kurikulum[…]

PERLU PENINGKATAN KINERJA UNTUK MENDUKUNG REMUNERASI

Untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi maka seluruh pegawai negeri sipil Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo)  termasuk di dalamnya pegawai Monumen Pers Nasional  harus mampu meningkatkan kinerja, demikian dikatakan Freddy H Tulung Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik ( IKP ) Kementerian Kominfo saat kunjungan kerja di Monumen Pers Nasional ( 3/7 ). Selanjutnya dijelaskan bahwa[…]

HARI KELUARGA NASIONAL (HARGANAS) 2013, “MENINGKATKAN KUALITAS KELUARGA INDONESIA”

Kalau kita menyimak carut marut yang sedang mendera negeri ini, sungguh membuat prihatin, karena negeri yang elok, gemah ripah loh jinawi telah berubah menjadi kubangan pergolakan, pencitraan yang tahu juntrungnya, orang tak lagi merasa risih bila berbuat jelek, berurusan dengan hukum, tidak lagi khawatir bila nama baik, reputasi yang mereka perjuangkan selama ini hancur seketika.[…]