Yogyakarta (23/04) – Monumen Pers Nasional mengajak para pengelola museum untuk bersiap menuju era museum digital melalui kegiatan Webinar Digital Marketing Museum: Transfomasi Museum Digital yang dilaksanakan secara luring dan daring pada Kamis (22/04). Acara ini dihadiri oleh 32 peserta luring yang terdiri dari para anggota Badan Musyawarah Museum DIY dan 200 peserta terdaftar daring yang mengikuti webinar melalui Zoom dan livestream Youtube yang berlangsung selama 5 jam.

Kepala Monumen Pers Nasional Bp Widodo Hastjaryo menyampaikan tujuan diselenggarakan webinar ini adalah untuk menyatukan ide museum Indonesia menuju transformasi museum digital. “Sesuai arahan Bapak Menteri Kominfo bahwa kita harus mempercepat transformasi digital mengingat kemajuan teknologi yang begitu cepat sehingga kita para pengelola museum ini harus mengikuti perkembangan jaman”, jelasnya.

Webinar ini menghadirkan narasumber para praktisi di bidang pemasaran museum dan sosial media. Materi dibuka oleh Kepala Museum Sandi Bp Setyo Budi yang menitikberatkan pentingnya memetakan audience museum sebelum menaikkan konten museum melalui media sosial. Beliau juga berbagi pengalaman Museum Sandi dalam membranding Museum menjadi museum modern. Pembicara kedua Ibu Ayu Cornelia yang telah berpengalaman dibidang konsultan pemasaran dan permuseuman ini memaparkan strategi pemasaran museum digital yang penting diaplikasikan oleh museum agar semakin dikenal khalayak luas di berbagai platform. Setelah jeda istirahat acara dilanjutkan pemaparan Bp Andri Putra dari Bluesheep Entertainment terkait pentingnya menyusun konten dan media platform yang tepat dalam merancang virtual museum sebagai masa depan permuseuman di Indonesia. Pelatihan kemudian ditutup oleh paparan Bapak Yohanes Widodo dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang membahas tentang pentingnya storytelling dalam memasarkan konten museum melalui media sosial dan menarik minat audience untuk berinteraksi dengan museum.

Foto Dokumentasi Monpers / Andi Prabowo

Di era digital apalagi dengan adanya pandemi saat ini, masyarakat membutuhkan wadah informasi dan edukasi yang bisa diakses melalui internet. Museum dapat mengisi kebutuhan tersebut dengan bertransformasi menjadi museum digital baik melalui pameran koleksi yang ditampilkan secara virtual maupun penyediaan informasi yang modern melalui media sosial.

Saat ini Monumen Pers Nasional sedang mempersiapkan diri untuk menjadi museum modern baik secara luring maupun daring. Digitalisasi koleksi koran dan majalah telah dilaksanakan setiap hari untuk memudahkan pengunjung mengakses koleksi secara digital. Layanan perpustakaan juga telah membuka katalog online melalui website Monumen Pers Nasional. Sejak 2020 lalu Monumen Pers Nasional telah berbenah melalui revitalisasi museum yang menampilkan wajah baru sebagai museum sejarah pers nasional dengan sentuhan teknologi modern dan akan terus dilengkapi dengan teknologi terbaru demi kenyamanan pengunjung. Di masa depan Monumen Pers Nasional akan terus memperbaiki layanan sesuai dengan perkembangan tren dan kebutuhan pengunjung masa kini. (Arnain)