Stadion Sriwedari merupakan tempat pencanangan Hari Olahraga Nasional pada 9 September 1983.Gerakan Nasional Panji Olahraga dengan semboyan : Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat. Pencanangan tersebut diperkuat melalui surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 tahun 1985 tentang Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) yang diperingati secara nasional oleh masyarakat olahraga setiap tanggal 9 September.

 Pada tanggal 9 – 17 September 1948  Solo menjadi tuan rumah  Pekan Olah Raga Nasional pertama (PON I) dan salah satu stadion yang dipakai menggelar pertandingan adalah stadion Sriwedari disamping stadion Kota barat dan Manahan serta beberapa tempat lainnya.

Sumber gambar : Bbmgif.blogspot.com
Sumber gambar : Bbmgif.blogspot.com

Nama stadion Sriwedari pada masa pemerintahan Wali Kota Slamet Suryanto tahun 2003, diubah menjadi Stadion R. Maladi sebagai penghargaan terhadap ketokohannya. R. Maladi merupakan tokoh kelahiran Solo yang memiliki banyak jasa di bidang keolahragaan, pernah menjadi Menteri Penerangan serta Menteri Negara Pemuda dan Olahraga masa Orde Lama, pernah juga menjabat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada periode 1950-1959.

Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang jatuh pada Selasa 9 September nanti, akan dipusatkan secara nasional di Solo. Dan pada momen ini sekaligus akan dicanangkan pengembalian nama Stadion Sriwedari. Perayaan Haornas ke-31 rencananya akan  dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono.

Olah raga merupakan aktifitas sehari-hari masyarakat baik bagi mereka yang hanya sekedar menjaga kesehatan lebih- lebih lagi bagi mereka yang ingin meraih prestasi.  Begitu pentingnya olah raga, pemerintah perlu  mencanangkan Haornas dengan semboyan:  Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat

Olahraga merupakan sarana penting untuk mendapatkan tingkat / kualitas kesehatan yang baik bagi seluruh bangsa didunia tidak terkecuali Indonesia. Banyak prestasi olah raga yang dicapai menjadikan sebuah negara dikenal bahkan terkenal di seluruh dunia. Indonesiapun pernah meraih prestasi yang luar biasa dibidang bulutangkis yang sulit untuk disamai negara lain.

Kegiatan olahraga memiliki dampak terhadap kepribadian. Selain menyehatkan badan dan menghindari penyakit, berolahraga dapat menghilangkan stres , Setelah berolahraga dan diikuti dengan beristirahat, maka tubuh akan segar, bugar, dan bersemangat kembali, sehingga pikiran pun akan semakin sehat, jernih, dan cerdas. Selain bermanfaat bagi fisik, berolahraga juga bermanfaat bagi mental atau jiwa, misalnya menumbuhkan kedisiplinan (dengan cara datang tepat waktu pada saat latihan), membina semangat juang, mental ulet dan tangguh dalam menghadapi semua rintangan dan hambatan, pantang menyerah, melatih kejujuran dan sportivitas.

Kegiatan olahraga yang dilakukan secara bersama-sama/team akan menjadikan kegiatan itu bertambah semarak dikarenakan kawan-kawan dapat menjadi partner ataupun lawan tanding. Dengan adanya kawan, kita dapat saling berbagi ilmu atau teknik dalam berolahraga. Selain itu, olahraga bersama dapat meningkatkan hubungan silaturrahim, semangat kebersamaan dan kesempatan untuk bersosialisasi dengan orang lain, karena momen olahraga dapat ”mempersatukan”.

Di gelanggang olahraga, tidak ada diskriminasi, maka semua menjadi sama dan bersatu (berbaur) didalam olah raga,  tanpa memperhatikan latar belakang, asal usul, suku bangsa, kekayaan, warna kulit, keterlibatan dalam partai politik tertentu, dan hal-hal lain yang cenderung membedakan seseorang dengan orang lain. Olah raga merupakan bahasa universal yang mudah dipahami .

Momen Hari Olahraga Nasional seharusnya menjadi pengingat bagi kita semua untuk berolahraga, bahwa olahraga merupakan kebutuhan fisik manusia,  masyarakat sadar olahraga akan  menjaga aset terbesar dalam dirinya, yaitu kesehatan dengan melakukan tindakan persuasif yang dilakukan secara rutin, konsisten dan terus menerus.

 Untuk menciptakan suasana sadar olahraga di kalangan masyarakat perlu dilakukan kampanye masif diberbagai kesempatan oleh berbagai kalangan tidak hanya pada even dan momen tertentu saja.  Olahraga bukanlah  sekedar untuk hanya  yang menginginkan prestasi tetapi merupakan kebutuhan masal guna mendapatkan  derajat kesehatan yang berkualitas.

Bila  olahraga telah menjadi budaya akan  menumbuhkan sikap  disiplin, jujur, konsistensi, kompetisi, persahabatan, kesatuan dan persatuan serta perdamaian. Pada intinya apabila olahraga dimaknai dan dihayati secara benar, akan mewujudkan pembentukan karakter bangsa (Nation character building).

Kota Solo merupakan saksi tempat berlangsungnya  peristiwa penting , semoga dengan peringatan Hari Olah Raga Nasional ke 39 ini dapat menjadi tonggak sejarah prestasi olahraga Indonesia dan peningkatan derajat kesehatan orang Indonesia yang akan membawa dampak menjadi bangsa yang sehat lahir bathin sportif dan berkarakter. Sebagaimana  ungkapan klasik yang masih tetap relevan hingga saat ini : Men sana ini corpore sano; bahwa dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Selamat Hari Olah Raga Nasional 2014 (Supardi)